Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Mengupas sisi lain kembang kantil di Film Kembang Kantil

Apa yang ada dibenak Anda ketika mendengar kata kembang kantil? Tentu saja atmosfer horor selalu melekat jika menyimak kembang yang satu ini. Kembang kantil, kembang yang sering diidentikkan dengan mahluk-mahluk astral memang kadang membuat bulu kuduk merinding. Para pemain film "Kembang Kantil" usai launching film di Epicentrum, Jakarta (13/4). Nah, bicara soal kembang kantil yang diidentikan dengan hal-hal horor ini memang selalu bikin penasaran. Apalagi dengan film terbaru dari Dee Company dan MD Pictures yang judulnya "Kembang Kantil". Bukan hanya sekedar film horor semata, namun difilm ini juga akan memberikan gambaran sisi kemistisan dari kembang kantil. Wuuu... penasaran, kan? Yaps, Dee Company dan MD Pictures baru saja mengeluarkan sebuah karya baru. Film horor yang berjudul "Kembang Kantil". Film ini disutradarai oleh Ubay Fox, yang sebelumnya sukses dengan film Mata Batin. Saat melihat thriller film "Kembang Kantil", akan ter

Rindu Baitullah; Ketika Allah Memanggil ke Baitullah

Pernah merasakan rindu yang serindu-rindunya dan Allah mengabulkannya? Ya, seperti kisah Hanna yang tidak menyangka jika Allah mendengarkan doa-doanya dan mengundang Hanna ke Baitullah lewat cara yang tak disangka olehnya. Tak Diyana launching film berjudul “Rindu Baitullah”. Dalam launching film tersebut, sebanyak 3.500 jamaah hadir bersama KBIH At-Taqwa KH. Noer Ali Bekasi. Film ini merupakan sebuah tontonan inspiratif yang disutradarai oleh Chep Irman Idris. “Ini adalah film yang diangkat darti kisah seorang kuli cuci yang dari kalangan masyarakat jelata yang rindu ke Baitullah, Hanna,” kata Nur Anwar Amin yang merupakan produser dari film tersebut. Selain kisah mengharukan, film ini juga sarat akan pesan moral dan agama. Film ini menceritakan tentang kisah Hanna, yang merupakan seorang buruh cuci yang memiliki keinginan untuk berangkat ke Baitullah. Kerinduannya akan rumah Allah tersebut akhirnya mengantarkan Hanna pada impiannya tersebut dengan jalan yang tak disangka-san

Jelita Sejuba; Kisah Kesetiaan Isteri Prajurit

Bagaimana rasanya jika dihadapkan dengan keadaan untuk berpisah sementara waktu dengan  seseorang yang dicintai? Butuh keteguhan hati untuk tetap bertahan menjaga kesetiaan. Begitu pula kisah yang dihadapkan oleh para isteri-isteri tentara yang harus mengikhlaskan suami mereka mengabdi pada negara. Hal tersebut yang menginspirasi Ray Nayoan untuk berkarya membuat sebuah film "Jelita Sejuba". Film yang mengisahkan tentang ketangguhan para isteri-isteri prajurit di Natuna ini diangkat menjadi sebuah film yang sarat akan nilai-nilai kehidupan yang menginspirasi. Selain kisah cinta, ada banyak hak menarik yang menginspirasi Ray membuat film "Jelita Sejuba" tersebut. "Saya jatuh cinta dengan Melayu di Natuna. Apalagi dengan kulinernya, saya suka sekali," kata Ray. Natuna pun menjadi destinasi utama film garapan Ray Nayoan ini. Karya perdana dari rumah produksi Drelin Armaga Pictures ini diproduseri oleh Marlia Nurdiyani dan Krisnawati. Kris mengaku sa