“Lho, kamu kenapa nangis, Ran?” tanya Mbok Tinem ketika melihat Rani pulang dari sekolah. Ia menangis sejadi-jadinya dipelukan Mbok Tinem. “Sabar ya sayang. Mereka hanya melihat kekurangan fisikmu. Tapi mereka tak melihat kelebihan yang kamu miliki,” ucap wanita tua itu. Rani pun terisak, kemudian ia melangkah berjalan menuju kursi dan duduk di depan Mbok Tinem. “Besok ada lomba lari di sekolah, Mbok. Rani mau ikutan. Tapi teman-teman di sekolah meledek Rani. Mereka mengatakan kalau Rani tidak boleh ikut perlombaan itu. Mereka bilang Rani kan pincang, jadi tidak boleh mengikuti lomba lari tersebut,” kata anak itu sedih. Mbok Tinem pun beranjak dari tempat duduknya, kemudian mengelus kepala Rani. “Kamu tidak boleh sedih sayang. Di balik kekuranganmu, kamu harus tunjukan kelebihanmu. Jangan lemah dihadapan mereka. Kalau kamu yakin, ikut saja lomba itu. Ayo semangat!” tutur Mbok Tinem. Rani pun mengangguk. Kemudian ia mengambil tas sekolahnya. Ia menunjukan tasnya yang sudah bol...