Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI); Outlook Transportasi 2016 Menuju 2017

Menjelang libur akhir tahun, masyarakat pasti banyak yang hilir mudik untuk liburan. Nah, maka dari itu transportasi publik juga harus mendukung kenyamanan masyarakat agar nyaman menggunakan fasilitas umum untuk bepergian. Mulai dari darat, laut, dan udara. Ada banyak transportasi yang dapat digunakan. Mulai dari Trans Jakarta, CommuterLine, dan masih banyak lagi yang bertebaran di kota-kota besar, khususnya Jakarta. Selain itu juga ada kereta, bus, dan lainnya. Itu baru mencangkup transportasi darat, belum udara dan laut seperti pesawat terbang dan kapal laut. Semua transportasi umum yang sering digunakan masyarakat untuk bepergian. Menyoal transportasi umum, masyarakat tentu menginginkan kenyamanan, kemudahan akses, dan murah. Seperti saya yang berdomisili di Ciputat, Tangerang Selatan sangat terbantu dengan adanya rute Ciputat untuk Trans Jakarta. Sehingga bisa diakses dengan mudah, murah, dan nyaman. Nah, sebelum memasuki tahun baru 2017, Masyarakat Transportasi Indonesi

Pssst.... sudah Cek Toko Sebelah, belum?

Hei kalian yang di sana, sudah Cek Toko Sebelah belum? Hmm... kira-kira ada apa ya sampe harus Cek Toko Sebelah? Oalaah... ternyata ada film baru muncul toh. Iyaps! Film terbaru dari Ernest Prakarsa ini merupakan film keduanya setelah Ngenest yang ditulis dan dimainkan langsung olehnya. Film ini mengisahkan tentang kehidupan dua orang pedagang yang saling intip-intip toko. Bersaing satu sama lain untuk menggaet pembeli. Dikemas  dengan gaya lucu, film ini nyatanya telah membuat saya terbahak ketika menontonnya kemarin, Rabu (20/12) saat menghadiri Press Conference di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta. Nah, bagi kalian yang belum nonton, akan dibuat terkekeh oleh akting Kaesang Pangarep yang ikut 'nyempil' di film ini. Selain itu film ini juga dilakoni oleh pemeran yang kebanyakan dari mereka adalah para komika. Film Cek Toko Sebelah ini meceritakan tentang kisah dua pemuda kakak beradik yang jauh berbeda nasibnya. Sang kakak, Yohan (Dion Wiyoko) seorang fotografer yang t

Film Hangout, Thriller Komedi Penuh Misteri

Satu lagi suguhan karya terbaik dari Raditya Dika. Yups, sosok yang penuh ide kreatif ini akhirnya berhasil memberikan persembahan karya yang dikemas berbeda dari yang lainnya. Film teranyarnya ini merupakan hasil dari perenungannya menulis naskah yang hampir satu setengah tahun dan akhirnya bisa menjadi sebuah tontonan seru. Kali ini suguhan Film Hangout bergenre Thriller Komedi mengisahkan tentang perjalanan 9 artis serta komika yang mendapatkan undangan misterius ke Pulau Hiu. Mereka adalah Raditya Dika, Soleh Solehun, Prilly Latuconsina, Surya Saputra, Mathias Muchus, Dinda Kanya Dewi, Gading Marten, Titi Kamal, dan Bayu Skak. Perjalanan mereka yang menyenangkan berubah menjadi mengerikan setelah satu persatu artis tersebut mendadak mati dibunuh secara misterius. Misteri tewasnya para artis tersebut menjadi tanda tanya siapa dalang dari perbuatan tersebut. Dalam Film Hangout sendiri, Raditya Dika selaku sutradara sekaligus aktor dalan film tersebut mengemasnya secara apik

Film Hangout, Triller Komedi Penuh Misteri

Satu lagi suguhan karya terbaik dari Raditya Dika. Yups, sosok yang penuh ide kreatif ini akhirnya berhasil memberikan persembahan karya yang dikemas berbeda dari yang lainnya. Film teranyarnya ini merupakan hasil dari perenungannya menulis naskah yang hampir satu setengah tahun dan akhirnya bisa menjadi sebuah tontonan seru. Kali ini suguhan Film Hangout bertajuk Thriller Komedi mengisahkan tentang perjalanan 9 artis serta komika yang mendapatkan undangan misterius ke Pulau Hiu. Mereka adalah Raditya Dika, Soleh Solehun, Prilly Latuconsina, Surya Saputra, Mathias Muchus, Dinda Kanya Dewi, Gading Marten, Titi Kamal, dan Bayu Skak. Perjalanan mereka yang menyenangkan berubah menjadi mengerikan setelah satu persatu artis tersebut mendadak mati dibunuh secara misterius. Misteri tewasnya para artis tersebut menjadi tanda tanya siapa dalang dari perbuatan tersebut. Dalam Film Hangout sendiri, Raditya Dika selaku sutradara sekaligus aktor dalan film tersebut mengemasnya secara apik dan

Film Hangout, Thriller Komedi Penuh Misteri

Satu lagi suguhan karya terbaik dari Raditya Dika. Yups, sosok yang penuh ide kreatif ini akhirnya berhasil memberikan persembahan karya yang dikemas berbeda dari yang lainnya. Film teranyarnya ini merupakan hasil dari perenungannya menulis naskah yang hampir satu setengah tahun dan akhirnya bisa menjadi sebuah tontonan seru. Kali ini suguhan Film Hangout bergenre Thriller Komedi mengisahkan tentang perjalanan 9 artis serta komika yang mendapatkan undangan misterius ke Pulau Hiu. Mereka adalah Raditya Dika, Soleh Solehun, Prilly Latuconsina, Surya Saputra, Mathias Muchus, Dinda Kanya Dewi, Gading Marten, Titi Kamal, dan Bayu Skak. Perjalanan mereka yang menyenangkan berubah menjadi mengerikan setelah satu persatu artis tersebut mendadak mati dibunuh secara misterius. Misteri tewasnya para artis tersebut menjadi tanda tanya siapa dalang dari perbuatan tersebut. Dalam Film Hangout sendiri, Raditya Dika selaku sutradara sekaligus aktor dalan film tersebut mengemasnya secara apik dan

Donor Darah Yuks! Biar Kece!

Ada yang sudah pernah donor darah? Wah keren kalau yang udah. Bukan hanya sekedar berbagi, namun donor darah juga bermanfaat banget bagi kesehatan kita. Nah, kemanfaatan dari donor darah itu dijabarkan secara gamblang dalam Sosialisasi Donor Darah Kepada Mitra PMI DKI Jakarta pada Sabtu (5/11) di Resto Bumbu Desa Jakarta dengan pemateri oleh dr. Prealita. Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan secara detail tentang apa itu donor darah, macam-macam pendonor, cabang-cabang pelayanan donor darah di DKI Jakarta dan masih banyak lagi. Selain itu diberitahukan pula bahwa sejuta manfaat akan kita terima jika berani buat donor darah. Setetes darah yang kita berikan sungguh sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Dari pemaparan tersebut kita jadi tahu jika persentase golongan darah di Indonesia itu macem-macem lho! Untuk golongan darah A sekitar 25.48%, golongan darah B sekitar 26.68%, golongan darah O sekitar 40.77%, dan terakhir golongan darah AB sekitar 6.6%. Bukan han

Nabung Gampang TASAKU, Nabung Kekinian Gak Ribet

Nabung gak harus pergi ke bank? Nabung gak harus pake saldo yang banyak? Apa iya pake receh bisa tetep nabung? Wah, mungkin sekelumit itulah yang terkadang membuat kita malas untuk nabung. Selain karena harus antre di bank, harus dandan, berpakaian rapi dan sopan, juga harus menyiapkan uang setoran awal untuk nabung. Nah, lalu bagaimana jika uang yang kita punya recehan, apa masih bisa menabung? Tentu bisa dong. Nabung di TASAKU. Merupakan sebuah tabungan kekinian yang dirancang prakstis dan mudah banget. Cukup jalan ke Alfamart atau Alfamidi yang ada stiker sudah bisa daftar jadi nasabah TASAKU. Tapi, TASAKU itu apa ya? Ada yang tahu kah? Hehe.... baiklah, kita akan mengulas tentang TASAKU ya guys! TASAKU itu merupakan program laku pandai, yaitu program layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka finansial insklusif yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu. Nah, Bank Sampoerna bekerjasama dengan Alfamart dan Alfamidi mendukung program tersebut deng

Komposisi Pas Film Cahaya Cinta Pesantren

Kali ini saya ingin memberitahu tentang sebuah film yang amat apik. Yups! Cahaya Cinta Pesantren. Film ini diproduseri oleh Ustadz Yusuf Mansyur. Film yang renyah, mantap, dan berhasil memainkan emosi saya saat menonton. Asli, saya sangat menikmati film ini. Komposisi pas antara perjuangan, persahabatan, cinta, pengorbanan, semangat, semuanya jadi satu terbungkus rapi dalam cerita yang terselip pesan dakwah didalamnya. Film ini berhasil membuat saya tertawa terbahak-bahak untuk beberapa scene. Lalu nangis mengharu biru sampai beberapa kali saking tersentuh sama adegan di film tersebut. Apalagi peran yang dimainkan oleh Yuki Kato dan Rizky Febian sangat apik hingga berhasil membuat saya sampai ngakak berulang-ulang. Film ini bercerita tentang sebuah kisah di pesantren. Seperti namanya, Cahaya Cinta Pesantren, di sini menceritakan kehidupan Marsila Silalahi (Yuki Kato) yang terpaksa harus masuk pesantren untuk melanjutkan pendidikannya. Di sana ia bertemu dengan Amanda (Febby

Wonderful Life; Karena Semua Anak Terlahir Sempurna

Bagaimana pun kondisi mereka dilahirkan, tidak ada yang salah dengan anak. Entah mereka terlahir cacat, atau memiliki kekurangan, semua harus tetap disyukuri apapun keadaannya. Karena sejatinya, anak adalah anugerah terbesar yang telah diberikan oleh Tuhan kepada tiap orangtua. Menerima segala kekurangan anak dalam kondisi mereka yang tidak sesuai harapan memang terkadang sulit diterima oleh para orangtua. Banyak dari orangtua melampiaskan kekecewaan mereka dengan memaksakan kehendak mereka kepada si anak. Lalu, pernahkah Anda berpikir, apakah seorang anak akan bahagia bila harus terpaksa menuruti segala kehendak orangtua yang tidak sesuai dengan keinginannya? Wonderful Life movie akan menjawab semua pertanyaan yang ada. Sebuah film teranyar yang diadaptasi dari kisah nyata ini dapat menginspirasi para orangtua bahwa pada hakikatnya semua anak itu terlahir sempurna. Film ini menceritakan tentang kisah seorang wanita karir cerdas dan perfeksionis yang berupaya menerapkan prinsip h

Antara Rinai, Lapar, dan Nyasar

Rerintikan gerimis seakan tersenyum manis menyambutku yang keluar dari Stasiun Pondok Ranji. "Ah! Hujan, "gerutuku sambil berdiri menunggu hujan reda. Sesekali ku tengok anak kecil pembawa payung yang tersenyum menyambut turunnya hujan dengan riang gembira. Tak seperti aku yang justru menekuk senyum. Rinai yang datang tiba-tiba muncul sekawanan dan membuat hujan yang tadinya tik-tik rintik-rintik justru semakin lebat dan deras. Segera saja ku tutup tasku dengan plastik anti air agar tak basah. Ku amati sekeliling, semua orang asik dengan gadget mereka masing-masing. Ada yang termenung, ada pula yang mengobrol. Lalu aku berbisik pada angin. "Hei, tolong tiup awannya sebentar saja, aku ingin berlari. Lekaslah, hari sudah sore." Seolah mendengar ucapanku, hujan yang tadinya deras berangsur reda. Meski demikian, tetap saja tetes-tetes air hujan ini menarikku pada putaran rindu yang enggan berlalu. Lalu kaki ini melangkah sambil berlari-lari kecil keluar stasiun.

Surat Untukmu; Ketika Surat Tak Dibalas, Maka Carilah

Siapa yang tidak kenal dengan Prilly Latuconsina? Gadis imut ini selalu identik dengan ciri khasnya yang centil, bawel, dan pecicilan. Namun, kali ini Prilly akan tampil beda di film perdananya. Yups! Film Surat Untukmu, Prilly akan berakting menjadi 180 derajat berbeda dari Prilly yang sering 'nongol' di sinetron. Di Film Surat Untukmu, Prilly berubah total memerankan sosok gadis desa yang ayu, manis, dan sederhana, ditambah logat jawa yang kental, membuat Prilly tampil beda di filmnya ini. Film Surat Untukmu bercerita tentang kisah perjuangan Gendis (Prilly Latuconsina) dalam mencari keberadaan sang ibu yang telah pergi meninggalkannya sejak kecil. Dalam kesederhanaannya, Gendis tinggal bersama ayahnya, Danu (Tyo Pakusadewo) yang sehari-hari bekerja sebagai wayang orang di sekitar candi di Dieng. Untuk mengobati rasa rindunya, Gendis sering mengirim surat kepada sang ibu yang ada di Jakarta. Akan tetapi, selama hampir dua tahun belakangan ini, ia tak pernah lagi mendap

Secangkir Kopi, Seteguk Cerita

“Hati-hati!” Sebuah tangan refleks menarik tangan Tabi ke pinggir jalan. “Uh, hampir saja! Kalau tidak kamu pasti sudah diserempet sama truk itu.” Ah, bak dalam sebuah dongeng ketika sosok pangeran tampan datang menyelamatkan sang puteri. Tabi terpesona olah sikap pemuda yang barusan menolongnya. “Terimakasih! Namaku Tabi!” Pemuda itu terus berjalan santai dengan headset terpasang di telinganya. Tabi terus saja berteriak terimakasih, namun ia seperti tak mendengar dan terus melangkah. “Kamu abis dari mana sih, aku cariin juga! Ayo temani aku beli kopi pesanan kakek di kedai Pak Wan.” “Em, anu...aku abis dari....” belum selesai Tabi berbicara, tangannya langsung ditarik oleh Dona, sahabat kecilnya menuju kedai kopi Pak Wan. Kedai kopi Pak Wan terlihat ramai. Semerbak aroma kopi mengudara seolah tersenyum ramah pada tiap pengunjung yang datang. Ah! Meski harum semerbak, tetap saja sejak dulu Tabi tak suka aroma kopi. Gadis cantik itu menatap ke sekeliling kedai. Tap ! Ta

Setelah Alan Kurdi, Kini Omran Daqneesh

Masa tumbuh kembang adalah masa paling menyenangkan bagi perkembangan dunia anak-anak. Saat di mana penuh kehangatan dan kasih sayang dengan orang-orang terkasih, lingkungan yang nyaman dan aman, serta kebebasan bereksplorasi sepenuh hati. Namun, semua itu tidak berlaku untuk anak-anak Suriah. Sungguh miris memang, di tengah masa pertumbuhan, mereka dihadapkan dengan berbagai ancaman yang pelik. Setiap hari mereka dihadapkan oleh ancaman kematian. Tidak ada gelak tawa, tidak ada candaan lucu. Yang terdengar sepanjang hari adalah jeritan dan teriakan takut. Dentuman bom terus menghujani Negeri Suriah tiada henti. Bak sebuah negeri kelam membelenggu yang terkungkung dalam kabut kesedihan. Lantas bagaimana dengan nasib para sipil yang tak berdosa? Yang turut menjadi korban. Bagaimana pula dengan nasib anak-anak. Ya,  mereka yang tidak tahu apa-apa, yang masih suci bersih darah mengalir di tubuh mereka, apa pantas mereka sekecil itu turut merasakan pedihnya hidup di belantara

Halo. Perkenalkan Namaku DREAMS

Bukan! Bukan! Aku bukan tentang mimpi-mimpi seperti yang ada di negeri dongeng. Yups! Aku hanyalah sebuah buku. Buku biasa yang disulap oleh pemilikku, panggil saja dia Marini. Yuhu...aku hanyalah sebuah buku yang selalu dia bawa ke mana-mana. Aku bukanlah buku istimewa. Jujur saja aku hanya buku yang didapatkannya gratis. Buku volunteer yang didapat dari sebuah lembaga kemanusiaan yang dia ikuti. Harusnya aku diisi oleh kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas sosial yang berkenaan dengan kegiatan kemanusiaan. Tapi...tapi...tapi...yah aku malah dijadikan tempat curhatya. Gak hanya itu saja sih! Semua tentangnya. Bayangkan saja, mulai dari coretan mimpi, list plan ke depan, strategi mengejar impian, list kegagalannya mencapai ini itu, curhatannya membangun kembali semangat, quotes-quotes kekinian ala ala, rubriksasi detlen kantor, catatan tugas liputan, kumpulan beasiswa, mimpi-mimpi alias bunga tidur, catatan wawancara, bahkan masalah hati. Curhatan kegalauannya,

Film MARS; Suguhan Terbaik di Hardiknas

Orangtua mana yang tidak ingin melihat anaknya sukses? Setiap orangtua pasti menginginkan pendidikan terbaik bagi anaknya. Berharap kelak sang anak bisa menjadi orang pandai dan berilmu. Itulah perjuangan dari orangtua, terutama ibu yang gigih berjuang untuk si buah hati. Film Mimpi Ananda Raih Semesta (MARS) merupakan sebuah film yang menceritakan tentang kegigihan seorang ibu yang rela berjuang sekuat tenaga demi pendidikan bagi anaknya. Film ini sarat akan makna. Tentang perjuangan, semangat, harapan, doa, impian, serta keajaiban. Berkisah tentang seorang gadis kampung bernama Sekar Palupi (Acha Septriasa) yang berjuang untuk terus menggapai pendidikan setinggi semesta. Mengetahui mimpi sang anak yang tinggi, membuat ibunya (Kinaryosih) bersemangat dan berjuang untuk terus memberikan yang terbaik untuk anaknya tercinta. Namun, impian tak semudah angan-angan belaka. Berlatar belakang dari sebuah desa kecil di Gunung Kidul, dan dari keluarga yang tak kaya, membuat sang ibu berup

Surat Cinta Untuk Kartini; Ketika Pak Pos Jatuh Hati pada R.A Kartini

Ada yang tahu, apa yang istimewa dari tanggal 21 April? Yups! 21 April seringkali berkaitan dengan sosok R.A Kartini. Siapa yang tidak kenal dengan R.A Kartini? Pejuang kaum hawa ini merupakan seorang pahlawan yang patut dikenang atas jasa-jasanya. Kali ini MNC Pictures mengawali film dengan merujuk kisah R.A Kartini. Sosok wanita cerdas dengan cerita perjuangannya terhadap pendidikan. Namun kisah yang disuguhkan dalam Film Surat Cinta Untuk Kartini ini adalah sebuah cerita fiksi dari seorang tukang pos yang selalu mengantarkan surat-surat untuk Kartini. Lama-kelamaan, si tukang pos akhirnya jatuh cinta dengan R.A Kartini. Sawardi (Chicco Jerikho) si tukang pos selalu semangat tiap mengantarkan surat-surat kepada R.A Kartini (Rania Putrisari). Hatinya berdetak ser-ser acap kali melihat senyum manis yang tersungging dari bibir R.A Kartini yang ayu. Kisah ini diawali ketika R.A Kartini mulai mengirimkan surat-suratnya kepada teman-temannya. Keinginan R.A Kartini untuk membangun s

Sttt!! Intip Vino G Bastian jadi Super Didi yuks! Only on Super Didi The Movie

Sebuah film baru bertajuk genre keren akan segera mengguncang dunia perfilman tanah air. Betapa tidak, Film Super Didi merupakan sebuah karya yang mengupas sisi lain seorang ayah. Jika selama ini sosok ibu selalu menjadi sorotan untuk urusan mengasuh anak-anak, di Film Super Didi ini justru mengangkat kisah tangguh seorang ayah yang berjuang mengurus buah hatinya. Perjuangan ayah dalam menjaga serta merawat anak-anak dikemas menarik dalam cerita yang renyah di film ini. Selain menyoroti kisah heroik sang ayah, di film ini juga sarat akan nilai parenting yang sangat berguna untuk ayah dan ibu muda yang sedang belajar dan merasakan kerepotan mengurus sang buah hati. Menghadirkan cast terbaik, film ini semakin menarik untuk disaksikan oleh seluruh keluarga. Film Super Didi terinspirasi dari kisah keseharian para orangtua yang kerepotan mengurus anak. Terlebih sosok ayah yang harus mengurus anak-anak ketika ditinggal isteri untuk pergi ke luar negeri dalam waktu yang cukup lama. Kisa

Film Raksasa Dari Jogja, Ketika Raksasa Jatuh Cinta

Raksasa dari Jogja merupakan film terbaru dari Starvision. Film bernuansa romantis ini terinspirasi dari kisah nyata. Film ini menceritakan tentang kisah cinta sepasang sejoli yang penuh dengan kejutan. Kisah cinta dua orang yang berbeda latar belakang. Adalah Bianca (Karina Salim) seorang gadis yang pendiam dan tertutup akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Jakarta untuk melanjutkan studinya di Jogja. Di sana ia tinggal bersama bude dan kakak sepupunya, Kevin (Ridwan Ghani). Bianca terasa hidup dalam kesendirian. Bahkan untuk tersenyum pun rasanya sulit untuk ia lakukan. Bianca sendiri terlahir dari keluarga yang berada. Namun sang ayah sering melakukan kekerasan terhadap ibunya. Itu yang membuat sosok Bianca tumbuh menjadi gadis pemurung dan tertutup. Kehidupannya berlahan berubah semenjak bertemu dengan 'raksasa' di kampusnya. Monster yang menyeramkan itu telah berhasil membuat sosok Bianca yang murung menjadi ceria. Gabriel (Abrar Adrian) merupakan sosok raksas

Review Waalaikumussalam Paris

Waalaikumussalam Paris. Sebuah suguhan baru dari Maxima Pictures ini merupakan film drama komedi yang penuh pesan makna. Terselip nilai moral yang ada di film ini. Dikemas renyah dan menarik dengan balutan komedi yang romantis. Film ini menceritakan tentang Itje, seorang gadis desa yang memiliki hobi selfie. Kisah ini dimulai ketika Itje ingin menjadi beken setelah menikah dengan seorang bule dari Prancis. Ia berharap akan menjadi orang kaya dan bisa berbelanja sambil keliling kota di Paris. Itulah yang ada di bayangan Itje ketika akan dinikahi oleh seorang bule asal Prancis bernama Clement. Itje sangat senang akan hal itu. Ia membayangkan kehidupan yang lebih baik setelah menikah dengan Clement. Itje yang memiliki hobi selfie dan bermain sosial media sudah membayangkan teman-temannya akan iri kepadanya yang bisa selfie di Paris. Hingga akhirnya Itje meninggalkan kampung halaman untuk pindah ke Paris mengikuti sang suami. Namun apa yang dibayangkannya tidak sesuai harapan. Ketika

Sinergi Muda, Kreatif, dan Mandiri bersama PMI

Muda, kreatif, dan peduli. Sebagai mahluk sosial, aksi peduli satu sama lain sangat penting dalam menjalani kehidupan ini. Selain peduli satu sama lain, menjadi manusia yang kreatif terhadap apa yang ada di dalam diri adalah cara untuk menjadi insan bermanfaat untuk banyak orang. Terlebih sebagai generasi muda, pentingnya memupuk kreativitas serta kepedulian terhadap sesama merupakan sebuah cara untuk menjadi generasi muda yang berkualitas. Bertempat di Gedung Walikota Jakarta Timur, pada 12 Maret 2016, mengawali kegiatan Bapak HR Krisdianto, Pengurus PMI Kota Jakarta Timur, yang baru.  Periode 2016-2022. Menyelenggarakan Sarasehan besama Para Pelajar Sekolah di Jakarta Timur, Sukarelawan Sibat PMI se-Kecamatan di wilayah Jakarta Timur, para Komunitas Blogger Indonesia “Tau Dari Blogger, dan blogger yang tergabung di KOPI (Koalisi Online Pesona Indonesia) yang menghadirkan Acha Septriasa sebagai artis pendukung dari Film Sabtu Bersama Bapak. Sebagai mahluk sosial, manusia selalu hi

Wa'alaikumsalam Paris, Warna Baru Film Romantis Komedi

Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI) bersama sutradara dan cast Film Wa'alaikumsalam Paris mengadakan mini conference mengenai film teranyar dari Maxima Pictures. Turut hadir Benni Setiawan, Velove Vexia, dan Nino Fernandez bersama blogger KOPI di Aswana Gedung Sarinah lantai 12, Jakarta Pusat (8/3). Diawali dari Film Assalamua'laikum Beijing, kini dijawab Wa'alaikumsalam Paris. Film terbaru dari Maxima Pictures ini ingin memberikan suguhan terbaik kepada masyarakat tentang film bergenre romantis komedi yang disutradarai oleh Benni Setiawan. Film ini menarik untuk ditelisik karena menyajikan cerita tentang gadis desa yang jatuh cinta dengan pria bule. Adalah Itje (Velove Vexia) yang merupakan seorang gadis kampung yang memiliki cita-cita menjadi orang kaya. Hingga suatu hari ia berkenalan dengan seorang pria bule bernama Clement (Nino Fernandez). Tak lama kemudian timbul benih-benih cinta dan akhirnya mereka pun menikah. Tentu saja hal ini menjadi kebanggaan tersendir

Pesantren Impian, Film Thriller yang Bikin Penasaran

Berbeda dari kebanyakan pesantren pada umumnya, Pesantren Impian merupakan sebuah tempat bagi orang-orang yang bermasalah. Tempatnya jauh dari hiruk pikuk gemerlapnya duniawi. Terletak di sebrang lautan, membuat Pesantren Impian menjadi sebuah tempat yang cocok untuk mereka yang ingin bertaubat. Pesantren tersebut selalu memberikan undangan kepada para mereka yang sungguh-sungguh ingin bertaubat dan mau menjadi lebih baik lagi. Lalu sepuluh undangan rahasia dari Pesantren Impian diberikan kepada 10 orang gadis bermasalah untuk mengikuti program rehabilitasi di pesantren tersebut. Di antara gadis-gadis tersebut terdapat pecandu narkoba, pengedar, pelacur, korban perkosaan, pencuri, bahkan pembunuh. Pesantren Impian merupakan rumah kebaikan yang didedikasikan untuk mereka yang ingin berhijrah. Namun ketenangan ketika berada di pesantren tersebut berubah ketika satu persatu dari santri di pesantren tersebut mati secara misterius. Hal ini membuat panik santri lainnya. Atas kejadian ter

Giring Ganesha, dari yang biasa menjadi luar biasa

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Giring. Vokalis dari band ternama Nidji ini telah berhasil memperjuangkan mimpi-mimpinya untuk sukses dan menjadi terkenal. Bertempat di Lantai 12 Aswana Plaza Sarinah Jakarta (18/2), Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI) berkesempatan untuk mendengarkan langsung cerita dari Giring Ganesha tentang masa lalu dan perjuangannya meraih mimpi. Kisah penuh liku dilaluinya untuk menggapai kesuksesan.  Sabar dan pantang menyerah selalu melangkah mengiringi jejak kakinya untuk bisa menaklukkan mimpi. Sampai tiba saatnya Giring memetik hasil jerih payahnya dengan manis. Semua tidak terlepas dari semangat yang ada di dalam diri Giring. Sedikit mengulik tentang masa lalu Giring. Sewaktu kecil, ia bersekolah di sebuah sekolah Kristen. Alasannya adalah orangtua dari Giring ingin anaknya tahu bahwa Indonesia ini memiliki macam-macam keberagaman. Ayahnya adalah seorang jurnalis perang yang keren di era itu. Sejak kecil, Giring sudah menyukai dunia musik. Keci

Film Jagoan Instan, Komedi Instan yang Imajinatif

Bukan hanya mie saja yang bisa instan. Jagoan pun juga bisa instan. Seperti namanya, Jagoan Instan adalah sebuah film teranyar dari Starvision. Film Jagoan Instan ini merupakan sebuah cerita fiktif bergenre komedi. Bertepat di Epicentrum XXI Kuningan Jakarta, prescon Film Jagoan Instan berlangsung pada Selasa (16/2). Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI) bersama media lainnya turut hadir untuk menyaksikan pemutaran film tersebut. Hadir pula cast dari film itu. Anissa Rahma adalah salah satu pemain dari Film Jagoan Instan yang turut nonton bersama para jurnalis di gedung bioskop. Film ini bercerita tentang kisah Bumi (Kemal Pahlevi) yang merupakan seorang pemuda miskin yang jatuh cinta dan akhirnya berpacaran dengan Pertiwi (Anissa Rahma). Konflik dimulai ketika keduanya lulus sekolah. Pertiwi melanjutkan pendidikannya dengan kuliah dan menjadi mahasiswi di sebuah universitas terkenal. Sedang Bumi hanya bisa menatap Pertiwi dari kejauhan. Bumi tak bisa melanjutkan pendidika

Press Screening I am Hope

I am Hope merupakan sebuah film yang fenomenal. Kisahnya menarik untuk ditelisik. Bercerita tentang seorang pejuang kanker yang akhirnya berhasil menggelangkan harapan serta mampu bangkit dari mimpi buruknya. Film ini terinspirasi dari kisah nyata dan mulai diputar bersama teman-teman media dan KOPI di Epicentrum XXI Kuningan Jakarta pada Selasa (9/2). Film ini sangat menginspirasi serta sarat akan pesan makna. Para awak media bersama KOPI turut menyaksikan film ini di bioskop. Setelah itu diadakan preskon media. Para sutradara, produser, serta cast Film I am Hope turut hadir pada acaraya tersebut. "Memerankan sosok Mia merupakan tantangan baru bagi saya," ujar Tatjana pada preskon Film I am Hope. Ia mengaku senang dapat berkontribusi pada film ini. Film I am Hope berhasil membuat penonton tersentuh hingga menitikkan airmata ketika melihat perjuangan Mia. Namun ada pula scene-scene menarik yang menimbulkan gelak tawa penonton. Ada yang menarik dari alur cerita film in

Serunya CFD KOPI bersama team "I am Hope"

Ada yang istimewa dari acara Car Free Day (CFD) yang rutin diadakan setiap minggu. CFD kali ini Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI) berkesempatan untuk menyebarkan semangat harapan bersama team I am Hope the movie. Acara CFD Spread of Hope untuk Film I am Hope berlangsung di depan Menara BCA Sudirman Jakarta Pusat, Minggu (7/2). Bersama Wulan Guritno, selaku salah satu produser dari film tersebut bersama kru Film I am Hope lainnya bersama-sama menebarkan semangat harapan untuk para pejuang kanker. Bertepatan di bulan Februari yang memang ditetapkan sebagai bulannya kanker, acara spread of hope CFD berlangsung dengan lancar. Ada banyak warga ibukota yang tertarik pada kegiatan tersebut. Banyak pula sebagian dari mereka yang bersedia untuk berdonasi dengan cara membeli gelang harapan yang hasil penjualannya nanti akan disumbangkan untuk para pejuang kanker. "Hasil penjualan dari gelang harapan ini nantinya akan kita donasikan kepada pejuang kanker, selain itu untuk membuat