Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Mengenalkan Destinasi Wisata Indonesia ke Dunia

Ada banyak hal yang bisa dinikmati menjelang akhir tahun. Destinasi wisata yang indah, terhampar luas di bumi Indonesia. Sebagai negara yang penuh dengan daya tarik, Indonesia harus memiliki show jalanan sebagai menu untuk wisata akhir tahun. Menteri Pariwisata, Arief Yahya pun ditantang untuk lebih mengembangkan keindahan serta daya tarik Indonesia. Woderful Indonesia dan Pesona Indonesia adalah dua jargon Kementerian Pariwisata untuk menarik jutaan wisman dan wisnus menuju destinasi andalan di nusantara. Pembangunan patiwisata di Indonesia memang sangat penting. Saat redaksi mengkonfirmasi tentang kondisi Wonderful Indonesia, beberapa tokoh masyarakat yang memang sangat peduli dengan pembangunan pariwisata Indonesia ikut beri masukan dan berpendapat. Tung Desem Waringin, sang motivator menekankan pada 'Show Jalanan' sebagai acara akhir tahunan yang khas dan rutin melibatkan banyak massa di tiap Kota di Indonesia. "Masing-masing Pemda bisa gelar kontes ide du

Dunia Lebih Baik Dengan Islam

Setelah mendapatkan tugas dari pimpinannya, akhirnya Hanum (Acha Septriasa) berangkat ke New York untuk menemui Azima (Rianti Cartwright) dan putrinya yang telah mengirim video “You Know My Dad?”. Didampingi Rangga, sang suami (Abimana Aryasatya) yang juga hendak melakukan wawancara dengan Phillipus Brown untuk keperluan S3nya. Sesampainya di New York, Hanum dan Rangga tinggal di tempat Stefan (Nino Fernandes) dan pacarnya Jasmine (Hannah Al Rasyid). Kedatangan Hanum dan Rangga disambut dengan hangat dan ramah oleh sepasang kekasih tersebut. Polemik terjadi ketika map kuning yang diberikan oleh pimpinan Hanum tertinggal di dalam taxi yang mereka tumpangi ketika menuju kediaman Stefan. Map kuning tersebut berisikan data penting tentang korban tragedi WTC 9/11. Rangga berusaha menenangkan Hanum yang panik dan berupaya untuk mencari map kuning tersebut. Bulan terbelah di langit Amerika, ketika Hanum dan Rangga akhirnya bertengkar hebat lantaran map kuning belum diketemukan da

Mengulik Kisah Dari Harta Qarun

Harta memang menyilaukan. Tak heran jika banyak yang terperosok jatuh karena harta. Kesombongan dan ketamakan seakan menjadi pengiring bagi para pemburu harta yang serakah, yang tidak pernah merasa puas dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh-Nya. Harta seakan harta paling berharga di dunia ini dan membuat manusia menjadi lalai kepada sang pemberi nikmat, yaitu Allah SWT. Harta memang membutakan manusia. Agaknya hal ini terbukti benar adanya. Dari zaman nabi-nabi terdahulu hingga era modern saat ini, harta memang menjadi incaran para manusia. Tak heran jika harta bisa membuat seseorang menjadi tamak dan serakah. Harta juga bisa mengubah seseorang bisa meninggalkan keimanannya. Seakan menjadi tujuan utama dalam kehidupan, maka merugilah orang yang tidak pandai bersyukur. Hal ini juga yang terjadi kepada Qarun, yang hartanya masih sering ditemukan tertimbun di dalam tanah. Sehingga tak heran jika istilah Harta Qarun sering digunakan jika ada yang menemukan harta yan

Karena Segala Sesuatu Sesuai FitrahNya

Allah menunjukan tiap-tiap kekuasaan-Nya dengan segala sesuatu yang nyata. Tak hanya itu, Allah juga perancang apa yang ada di bumi dan langit. Tak ada yang bisa menandingi kekuasaan Allah. Karena Dia lah raja dari segala raja. Allah adalah Al-Dhahir yang berarti yang Maha Nyata. Allah itu ada dan untuk menunjukan keberadaan-Nya itulah Allah menunjukan apa yang tidak diketahui oleh manusia. Tak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Apabila Allah telah berkehendak pasti apapun yang diinginkan-Nya terjadi. Begitu juga dengan manusia, hewan serta tumbuhan. Allah menciptakan segalanya dengan satu tujuan yaitu menyembah Allah. Menurut  Al-Razi seorang filosof muslim mengatakan jika awalnya Tuhan hanya menciptakan roh saja, namun roh menginginkan sesuatu agar mereka tidak merasa bosan. Oleh sebab itu Allah menciptakan materi untuk menyenangkan para ruh. Allah menciptakan materi berupa alam semesta beserta isinya. Kemudian Allah meniupkan roh untuk masuk pada materi yang telah Al

Keajaiban Wudhu

“Hai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. Sapulah kepalamu dan basuhlah kakimu sampai ke dua mata kaki“, (QS. Al Maidah: 6). Kebersihan itu sebagian dari iman , mungkin kata-kata tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Membersihkan diri dari kotoran yang menempel di tubuh. Terkadang hal yang dianggap sepele justru menyimpan sebuah manfaat yang besar. Begitu pula dengan berwudhu, banyak orang menganggap wudhu itu hal yang biasa saja. Namun perlu diketahui jika setetes air wudhu memiliki sejuta manfaat bagi tubuh kita. Allah menyuruh manusia untuk menjalankan kebersihan, bahkan memerintahkan umat muslim untuk berwudhu atau membersihkan diri dari segala kotoran serta najis.  Hal yang sering dilakukan setiap hari, melakukan wudhu terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat lima waktu. “Allah tidak akan menerima shalat seseorang di antara kamu, hingga dia berwudhu .” (HR. Bukhari Muslim).

Syukur dan Sabar, Beda Lho!

Setiap ronde kehidupan yang dilakoni oleh manusia, pasti mengalami berbagai fase. Mulai dari fase sulit sampai fase bahagia. Dan semua itu membutuhkan proses lain yang menjadikan manusia agar senantiasa menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Tak hanya itu, dari pelajaran hidup yang manusia perankan, maka harus disertai dengan syukur dan sabar dalam menjalankannya. Syukur dan sabar adalah sebuah perkara yang  harus dijalankan secara berbarengan. Jika keduanya dapat dijalani secara beriringan, maka akan menjadikan kehidupan manusia harmoni. Bak sebuah sandiwara yang telah disutradarai oleh Tuhan, maka syukur dan sabar berperan sebagai penopang dalam tiap scene kehidupan. Setiap kejadian yang terjadi pada manusia memiliki dua makna. Makna pertama, bisa jadi kejadian tersebut merupakan suatu anugerah yang telah Allah SWT berikan pada hambanya dan makna kedua, bisa jadi kejadian tersebut merupakan suatu musibah. Dan semuanya itu dapat dilewati dengan syukur dan sabar atas segala y

Makin Tinggi Makin Rendah Hati

Di era modern seperti sekarang ini, setiap orang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Melakukan berbagai usaha untuk pencitraan diri. Tak hanya itu banyak juga orang bangga atas keberhasilan yang telah dicapai. Hal tersebut sering kali membuat seseorang menganggap dirinya-lah yang paling sempurna dan pada akhirnya sifat tersebut dapat memupuk manusia menjadi arogansi atau angkuh. Dalam keseharian sering kali manusia menjadi lupa akan kodratnya sebagai hamba Allah SWT. Segala sesuatu yang dilakukan semuanya karena Allah SWT. Oleh karena itu, harusnya manusia tau diri dan sadar atas sikap. Karena sesungguhnya, manusia itu hanyalah mahluk yang lemah dan tidak berarti apa-apa tanpa adanya campur tangan dari sang pencipta. Allah SWT selalu memberikan nikmat kepada tiap hambanya yang mau berusaha. Jika manusia itu telah berusaha dan senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Tuhannya berikan, maka nikmat itu akan ditambah, begitu pula sebaliknya. Maka sesungguhnya, tak ada y

Man Jadda Wajadda

“Lho, kamu kenapa nangis, Ran?” tanya Mbok Tinem ketika melihat Rani pulang dari sekolah. Ia menangis sejadi-jadinya dipelukan Mbok Tinem. “Sabar ya sayang. Mereka hanya melihat kekurangan fisikmu. Tapi mereka tak melihat kelebihan yang kamu miliki,” ucap wanita tua itu. Rani pun terisak, kemudian ia melangkah berjalan menuju kursi dan duduk di depan Mbok Tinem. “Besok ada lomba lari di sekolah, Mbok. Rani mau ikutan. Tapi teman-teman di sekolah meledek Rani. Mereka mengatakan kalau Rani tidak boleh ikut perlombaan itu. Mereka bilang Rani kan pincang, jadi tidak boleh mengikuti lomba lari tersebut,” kata anak itu sedih. Mbok Tinem pun beranjak dari tempat duduknya, kemudian mengelus kepala Rani. “Kamu tidak boleh sedih sayang. Di balik kekuranganmu, kamu harus tunjukan kelebihanmu. Jangan lemah dihadapan mereka. Kalau kamu yakin, ikut saja lomba itu. Ayo semangat!” tutur Mbok Tinem. Rani pun mengangguk. Kemudian ia mengambil tas sekolahnya. Ia menunjukan tasnya yang sudah bol

Salah Sangka

Seorang anak laki-laki yang mengenakan seragam putih abu-abu baru pulang dari sekolah. Ia memasuki rumah sederhananya, kemudian duduk di teras rumah sambil melepas sepatu. “Ayah kemana, bu?” teriak anak itu dari teras rumah pada ibunya yang sedang memasak didapur. Ia mencari ayahnya karena semenjak tadi tidak melihat batang hidung ayahnya. “Tunggu saja, Ayahmu lagi ketemuan kak Ali.” Jawab ibunya singkat sembari menggoreng tahu dibelakang.  Sang anak pun mengerti maksud ibunya, segera ia bergegas pergi ke kali yang tak jauh dari rumahnya. Mencari sang ayah, tapi tak ada sosok ayahnya di sana. Yang ada hanyalah anak-anak kecil yang sedang berenang. Anak itu memonyongkan mulutnya dan memutuskan untuk kembali pulang kerumah. Ia kembali duduk di teras sembari mengelap peluhnya yang berjatuhan. “Ibu bohong! Katanya ayah di kali, tapi aku susulin ke kali disana tidak ada ayah, bu!” teriak anak itu dari teras rumahnya.  “Iya, ayahmu lagi kerumah kak Ali di Ciputat.” Jawab ibun

Sabar Dalam Lapar

Andic memegangi perutnya yang bulat, sembari duduk dibawah pohon jambu. Semilir angin manja mengelus kepalanya yang membuat ia terkulai dan tidur. Dari dalam sebuah rumah kontrakan terdengar jeritan yang menyayat hati. “Andiiiiic! Kamu yang menghabiskan persediaan mie di lemari? Kamu tau, aku ini lapar, lapar! Tak kau lihat betapa menderitanya diriku ini, hiks..satu kontrakan dengan laki-laki rakus sepertimu.. oh, malang nya nasibku. Hiks!” Teriak Beben sembari mengencangkan urat leher dan berkacak pinggang didepan Andic yang sedang tertidur pulas. Namun, nampaknya Andic tak mendengar ocehan kawannya itu. Beben hanya menarik nafas panjang sembari memegang dadanya. Nafasnya terasa sesak hingga ia terduduk lemas, bagai sebuah ilalang yang ditiup angin, lemah tak berdaya.  Mendengar teriakan diluar membuat penghuni kontrakan didalam rumah sederhana itu berhamburan keluar, mencari tau, apa yang terjadi diluar sana. “Apa ada ini? Ini ada apa? Ada ini apa?” Ucap Tajri sembari

Ada Cinta Di Dojo

Hira melangkahkan kakinya dengan semangat. Malam ini ia akan kembali lagi pada dunia perkaratean. Sudah satu tahun ini ia tidak latihan.Karena tahun kemarin ia fokus belajar untuk ikut Ujian Akhir  Sekolah. Namun kini, ia sudah memasuki SMA  favorit dambaannya, kini ia melanjutkan kembali di dunia perkaratean. Rasa senang bercampur takut menghinggapi dirinya.Ia takut kalau-kalau sempai memarahinya karena sudah satu tahun tidak latihan.Obi kuning melingkar di pinggangnya. Ia pun merapikan doginya dan menguncir rambutnya   “Ayo kak,siap berangkat," ucap Galih adiknya. Hira pun menganggukan kepalanya.  “Ayo cepat, udah jam 18.50 nih, 10 menit lagi masuk nih," tambah Ranti sepupunya. Mereka pun berangkat, tetap saja Hira merasa takut. Saat mereka sampai di dojo, Hira merasa asing dengan wajah-wajah baru di dojonya. “Ayo cepat-cepat,,bentuk barisan !! Ayo adek-adek,cepat buat barisan! Yang sabuk warna dan yang putih dipisah ya !” Teriak seorang anak laki-laki seusi