Langsung ke konten utama

Postingan

Film Dimsum Martabak Siap Menyapa Bioskop Lebaran

Halo Assalamualaikum. Nah gaes, kali ini gue cuma mau ngasih tahu kalau ada yang baru dari RA Pictures yang akan memberikan warna baru Lebaran nanti. Yap, film terbaru besutan sutradara Andreas Sullivan ini disutradarai oleh Raffi Ahmad. Bukan hanya itu saja, film ini juga bagian dari produksi Fajar Bustomi. Film 'Dimsum Martabak' ini dibintangi oleh sederetan bintang seperti Boy William, Ayu Ting Ting, Muhadkly Acho, Ferry Salim, Olga Lydia, Meriam Bellina, dan masih banyak lagi lainnya. Film 'Dimsum Martabak' merupakan film yang menjadi tantangan tersendiri bagi Ayu Ting Ting ketika harus dipasangkan dengan Boy William sebagai lawan mainnya. Film bergenre komedi romantis ini akan memberikan warna baru saat lebaran nanti. Terlebih lokasi syuting film yang disuguhkan juga mengambil panorama Australia dengan bentang alam dan keelokan negeri kanguru tersebut. Bahkan banyak adegan juga menggunakan properti mewah. Dari triler film yang gue liat, ada beberapa adega...

Film Rasuk Siap Rasuki Bioskop Juni Nanti

Siapa yang sudah tidak sabar dengan film karya adaptasi dari novel Rissa Sarasvati? Setelah sukses dengan film Danur dan Maddah, kini novel karya Rissa kembali difilmkan. Disutradarai oleh Ubay Fox, film ini tak kalah bagusnya dengan film-film karya Rissa lainnya yang selalu box office. Film ini diproduseri oleh MD Pictures dan Dee Company. Selain itu film ini juga diperankan oleh Shandy Aulia. Bagi Shandy, ini adalah pengalaman luar biasa bagi dirinya karena bisa terlibat dalam film horor. Kendati demikian, ia optimis film ini akan menuai banyak penonton, seperti Danur ataupun Maddah yang lebih dahulu selalu dibanjiri penonton. Dalam rilis trilernya pada Senin (28/5) di Metropole Jakarta, Dheeraj selaku produser mengatakan jika setting film ini berada di gunung Rinjani.  Selain menyuguhkan keindahan panorama alam, nuansa kengerian juga merasuk dalam film ini, sesuai dengan namanya 'Rasuk'. Para pemain Film Rasuk dan Produser saat rilis triler film di Jakarta (28...

Selembar Itu Berarti dapat Rekor MURI

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memulai sesuatu yang baik. Salah satunya adalah dengan menonton tayangan yang baik. Yap, ada sebuah film baru yang berjudul 'Selembar Itu Berarti'. Film ini berbeda dari film lainnya. Selain fokus pada perjuangan tentang arti pentingnya sebuah pendidikan, film ini juga sarat akan nilai nilai yang inspiratif. Ada yang unik dari proses produksi film ini. Jika kebanyakan film dilakukan oleh tim yang banyak, tidak demikian dengan film ini yang penggarapannua dilakukan oleh satu orang. Tak ayal museum rekor MURI pun memberikan penghargaan kepada Dedy Arliansyah Siregar, selaku pembuat film tersebut. Hal tersebut didapatkan Dedy untuk 18 jabatan dalam pembuatan film yang dilakukannya sendiri. Meski budget tidak minim, namun hal tersebut dilakukan untuk menyamakan ide. Dedy mengaku jika tidak semua orang dapat seide. Maka dari itu ia mengemban beberapa posisi dalam penggarapan film 'Selembar Itu Berarti'. Dedy mendominasi hamp...

Mengupas sisi lain kembang kantil di Film Kembang Kantil

Apa yang ada dibenak Anda ketika mendengar kata kembang kantil? Tentu saja atmosfer horor selalu melekat jika menyimak kembang yang satu ini. Kembang kantil, kembang yang sering diidentikkan dengan mahluk-mahluk astral memang kadang membuat bulu kuduk merinding. Para pemain film "Kembang Kantil" usai launching film di Epicentrum, Jakarta (13/4). Nah, bicara soal kembang kantil yang diidentikan dengan hal-hal horor ini memang selalu bikin penasaran. Apalagi dengan film terbaru dari Dee Company dan MD Pictures yang judulnya "Kembang Kantil". Bukan hanya sekedar film horor semata, namun difilm ini juga akan memberikan gambaran sisi kemistisan dari kembang kantil. Wuuu... penasaran, kan? Yaps, Dee Company dan MD Pictures baru saja mengeluarkan sebuah karya baru. Film horor yang berjudul "Kembang Kantil". Film ini disutradarai oleh Ubay Fox, yang sebelumnya sukses dengan film Mata Batin. Saat melihat thriller film "Kembang Kantil", akan ter...

Rindu Baitullah; Ketika Allah Memanggil ke Baitullah

Pernah merasakan rindu yang serindu-rindunya dan Allah mengabulkannya? Ya, seperti kisah Hanna yang tidak menyangka jika Allah mendengarkan doa-doanya dan mengundang Hanna ke Baitullah lewat cara yang tak disangka olehnya. Tak Diyana launching film berjudul “Rindu Baitullah”. Dalam launching film tersebut, sebanyak 3.500 jamaah hadir bersama KBIH At-Taqwa KH. Noer Ali Bekasi. Film ini merupakan sebuah tontonan inspiratif yang disutradarai oleh Chep Irman Idris. “Ini adalah film yang diangkat darti kisah seorang kuli cuci yang dari kalangan masyarakat jelata yang rindu ke Baitullah, Hanna,” kata Nur Anwar Amin yang merupakan produser dari film tersebut. Selain kisah mengharukan, film ini juga sarat akan pesan moral dan agama. Film ini menceritakan tentang kisah Hanna, yang merupakan seorang buruh cuci yang memiliki keinginan untuk berangkat ke Baitullah. Kerinduannya akan rumah Allah tersebut akhirnya mengantarkan Hanna pada impiannya tersebut dengan jalan yang tak disangka-san...

Jelita Sejuba; Kisah Kesetiaan Isteri Prajurit

Bagaimana rasanya jika dihadapkan dengan keadaan untuk berpisah sementara waktu dengan  seseorang yang dicintai? Butuh keteguhan hati untuk tetap bertahan menjaga kesetiaan. Begitu pula kisah yang dihadapkan oleh para isteri-isteri tentara yang harus mengikhlaskan suami mereka mengabdi pada negara. Hal tersebut yang menginspirasi Ray Nayoan untuk berkarya membuat sebuah film "Jelita Sejuba". Film yang mengisahkan tentang ketangguhan para isteri-isteri prajurit di Natuna ini diangkat menjadi sebuah film yang sarat akan nilai-nilai kehidupan yang menginspirasi. Selain kisah cinta, ada banyak hak menarik yang menginspirasi Ray membuat film "Jelita Sejuba" tersebut. "Saya jatuh cinta dengan Melayu di Natuna. Apalagi dengan kulinernya, saya suka sekali," kata Ray. Natuna pun menjadi destinasi utama film garapan Ray Nayoan ini. Karya perdana dari rumah produksi Drelin Armaga Pictures ini diproduseri oleh Marlia Nurdiyani dan Krisnawati. Kris mengaku sa...

Stop Bullying lewat AIB #Cyberbully

Ada banyak hal yang terjadi kini. Mulai dari hal-hal sepele sampai menyangkut yang spesifik. Salah satu yang sedang fenomenal saat ini adalah prilaku bullying yang nampaknya sudah semakin meluas prakteknya di masyarakat, terutama menimpa anak-anak dan remaja. Para ahli Sosiologi merumuskan istilah bullying sebagai sebuah “Perilaku yang mendominasi”. Dan inilah yang terjadi di kalangan masyarakat sekarang. Seseorang ataupun segolongan orang menunjukkan kekuatannya dan berusaha menjadi lebih kuat atau lebih hebat dari orang lain atau golongan lain dengan cara mengintimidasi, untuk menunjukan dominasinya. Terlebih di era digital saat ini, di mana informasi bergerak hanya dalam hitungan detik, dan dapat diakses di mana saja dan kapan saja tanpa adanya menuju dunia digital pun sudah bisa dibilang merata meliputi semua kelas sosial. Menjadikan  ruang antara dunia fisik dan dunia virtual bercampur aduk. Tidak ada lagi batasan antara dunia nyata dan maya. Yang terjadi di dunia maya...